Tuhan, bukan maksud aku menggugatmu…
mungkin aku cuma manusia hutan yang terlalu senang berayun-ayun pada dahan yang sama hingga akhirnya kayunya pun lapuk dan rapuh, mungkin suatu saat batangnya akan patah dan akan menjatuhkanku lagi ke tanah yg tak mau kupijak. Tuhan, bukan maksud aku menggugatmu karna Kau takdirkan ku tak miliki pohon lain untuk menyanggaku, bukan, bukan itu..sekilas dulu pernah kucoba berjalan dan terjerembabku dalam lubang dan pernah kucoba terbang tinggi melayang lalu angin menghempaskanku. aku hanya bertanya dengan jalan manakah lagi kau akan membawaku hingga samapai pada satu titik yang kunamakan ‘kepastian’. Terlalu naif bila kucari bahagia, karna ku tau itu slalu ada dalam hatiku bukan berada dalam luar lingkar tubuhku, aku hanya tak pernah mengerti bagaimana ku dapat membukanya. mungkin benar manusia hutan hanya akan belajar hidup dalam hutan tanpa pernah menyentuh indah laut atau gunung tapi ku jua tak mintakan itu semua, karna ku cukup bahagia dengan pemandangan yg kumiliki. Aku terlalu takut untuk bergerak, ku tak yakin ku mampu temukan dahan lain tempatku bergantung dan tak jua yakin apa aku pantas untuk tempat lain karna ku hanya manusia hutan biasa. Tuhan, bukan maksudku menggugatmu atas semua perih dan terjal yg harus kuhadapi dan kusimpan sendiri ,aku hanya ingin tau apa semua badai akan berakhir dan membiarkanku tenang dalam keheningan. hanya itu, saja Tuhan…
Uncategorized |Leave a Reply